Sabtu, 25 September 2021

Mantan Lurah Pasar Bawah Di Duga Korupsi Digiring Ketahanan

By: admin
26 Mei 2021
Dilihat 180 kali

LAHAT SUMSEL, Mediatrans9.com


Mantan Lurah Pasar Bawah, akhirnya mendekam di penjara terkait dugaan Korupsi Dana Kelurahan (DK) yang sempat Update dibeberapa pemberitaan media Online.

ES (58) warga RT 10, RW 03, nomor 05, Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan yang merupakan mantan Lurah Pasar Bawah, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, yang sebelumnya sempat beredar diberitakan.

ES adalah mantan Lurah Pasar Bawah, dengan massa jabatan 2016-2020, hari ini Selasa (25/05/21) resmi memakai baju rompi warna Orange untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ditahannya ES, setelah pihak Unit Pidana Korupsi (Pidkor) Satreskrim Polres Lahat, meyerahkan berkas perkara beserta Barang Bukti (BB) ke pihak seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat.

Kapolres Lahat, AKBP. Achmad Gusti Hartono, SIK didampingi Kasat Reskrim Kurniawi H. Burmawi, SIK melalui Kanit Pidkor, Ipda. Hendra Tri Siswanto, SH, M.Si, membenarkan jika pihaknya telah menyerahkan berkas perkara serta BB terduga pelaku ke seksi Pidsus Kejari Lahat.

“Benar, pada hari ini kami telah menyerahkan berkas terduga ES mantan Lurah Pasar Bawah, dalam perkara dugaan korupsi Dana Kelurahan Tahun 2019 ke pihak Kejari Lahat. Dalam hal ini, kami telah menyelesaikan penyidikan dan dinyatakan sudah P21 (Berkas Lengkap),” ujarnya.

“Anggaran Dana Kelurahan tersebut sebesar 370 juta dibagi dua tahap, yakni tahap satu 50 persen senilai 185 juta. Karena diselewengkan, kita koordinasi ke inspektorat agar tahap kedua yang 50 persen lagi atau 185 juta tidak diproses pencairan untuk menyelamatkan uang negara,” sebut Ipda Hendra, yang juga mantan penyidik Krimsus Polda Sumsel ini.

Senada, Bribka Jimy selaku penyidik senior Pidkor Bareskrim Polres Lahat menambahkan, setelah pihaknya melakukan penyidikan dan ada tanda-tanda kerugian negara sebesar 184.050.000 rupiah, pihaknya merekomendasikan kepada pihak inspektorat dan BDPMDes untuk menghentikan pencairan dana di tahap berikutnya.

“Karena Dana Kelurahan Tahun Anggaran 2019 di Kelurahan Pasar Bawah tersebut berjumlah lebih dari 300 juta dan dicairkan dalam 2 tahap, maka untuk tahap ke dua kita minta dihentikan dulu sementara selama proses hukum perkara tahap satu belum selesai,” papar Jimy

Setelah menerima pelimpahan, Kajari Lahat Fitrah, SH,MH, didampingi Kasi Pidsus Anjasra Karya, SH, melalui Kasi Intelijen Faisyal Basni, SH menyebut, pihaknya akan segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Tipikor Sumatra Selatan di Palembang.

“ES disangkakan melakukan tindak pidana korupsi, sehingga dituntut primair pasal 2 (1) dan subsidair pasal 3 (1) undang-undang nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah diperbahrui dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi,” kata Faisyal.

Selain itu, Anjasra Karya juga menambahkan, pihaknya akan melakukan penahanan terhadap ES selama 21 hari ke depan, sembari akan melakukan penyiapan berkas untuk dilanjutkan ke persidangan.

“ES ini diancam pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atas perbuatannya,” terangnya Anjas.

Saat akan digiring ke Lapas Klas IIA Lahat oleh tim Pidsus Kejari usai pelimpahan, dengan didampingi Kuasa hukumnya Sarmin, ES tampak menggunakan celana Jeans dan rompi warna Orenge masuk ke dalam mobil dengan linangan airmata penyesalan.

Sebagai informasi, bahwa ES ini diduga telah terlibat kasus Dana Kelurahan Pasar Bawah pada tahun 2019 sebanyak 184.050.000 rupiah, dari pagu anggaran yang seyogya digunakan untuk pembangunan saluran pembuangan air limbah di Pasar Bawah sebesar 185.000.000 rupiah saat dirinya menjabat sebagai Lurah dengan masa jabatan 2016-2020 lalu.

Menurut pengakuan ES, Dana Kelurahan yang diduga sudah ditilapnya tersebut, digunakan seratus juta rupiah untuk bisnis jual beli mata uang 100 ribu plastik, yang ternyata telah ditipu oleh rekan bisnisnya. Kemudian untuk bisnis jual beli Aspal di wilayah Bogor, serta sisanya digunakan untuk keperluan pribadi.

Kepala Perwakilan Sumsel Donnal Febra