Sabtu, 01 Oktober 2022

Yayasan Amanatul Ummah Digugat Lembaga LP2KP Diduga Dirikan Bangunan Di Lahan LP2B

By: admin
13 September 2022
Dilihat 37 kali

MOJOKERTO,Mediatrans9.com

Sidang perdana antara Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mojokerto selaku Penggugat dan Yayasan Amanatul Ummah yang berada di Desa Kembangbelor Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto sebagai Tergugat, sesuai nomor perkara 66/Pdt.G/2022/PN.Mjk memasuki babak awal persidangan.

Yayasan Amanatul Ummah digugat, pasalnya mendirikan bangunan di atas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sejumlah bangunan yang diduga berdiri di atas LP2B ini berada di Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto.

Gugatan ini dilayangkan oleh Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mojokerto sejak 29 Agustus 2022 lalu. Sebelum memasuki proses persidangan kedua belah pihak dilakukan mediasi yang dipimpin langsung oleh Hakim Pengandilan Negeri Mojokerto, pada Senin (12/9/2022).

Juru Bicara Tim Advokasi LP2KP Kabupaten Mojokerto, Surya mengatakan jika pihaknya menggugat Yayasan Amannatul Ummah lantaran mendirikan bangunan di atas LP2B.

“Sidang hari ini masih ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Secara global materi gugatan yakni LP2B, dimana Yayasan Amanatul Ummah mendirikan bangunan,” katanya selepas Mediasi di PN Mojokerto pada, Senin (12/9/2023).

Dalam perkara ini, LP2KP mengaku telah melaporkan 13 orang maupun lembaga diantaranya; Yayasan Amanatul Ummah, Muhammad Albarraa, Kepala BPN Kabupaten Mojokerto serta Kasi Pendaftaran Hak dan Tanah-nya, Kepala Dinas Pertanian, Kementerian Agama, Camat Pacet, Kades Kembangbelor dan KUA Pacet. Dinas PUPR, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu dan Notaris.

“Gugatan ini murni keinginan untuk melindungi LP2B. Dirinya juga bakal melakukan upaya hukum bagi pelanggaran hukum terkait upaya pengalihan alih fungsi lahan. Kita Objektif, mau bangunan apapun, gedung pemerintahan atau apapun kalau ada pelanggaran akan kita gugat,” jelasnya.

Saat ditanya terkait berapa luas LP2B yang diduga digunakan oleh Yayasan Amanatul Ummah, pihak LP2KP belum mau buka suara hingga berita ini diterbitkan.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara (Jubir) Harimau Mojokerto Nusantara (HMN), Machradji Mahfud mengatakan, siapapun yang mengganggu pesantren adalah PKI.

“Saya masih ingat, Yel-yel PKI itu adalah Pondok Bobrok, Musala Longgar dan Santri Mati. Aturan LP2B itu adanya di tahun 2009, sedangkan Ponpes Amanatul Ummah sudah ada sejak 2006. Jika memang melanggar, kenapa baru sekarang digugat. Kenapa hanya Amanatul Ummah yang digugat. Ada 6 Ponpes, 18 Masjid dan 2 Balai Desa di Kabupaten Mojokerto yang mendirikan bangunan di atas LP2B. Soal IMB saat saya tanya ke Gus Barra beliau bilang kalau sedang proses. Tahap demi tahap terus dilakukan Amanatul Ummah untuk mendapatkan IMB. Ini tahun politik ya, jadi wajar jika kami berfikiran kalau gugatan ini adalah pesanan dari lawan politik Gus Barra,” jelasnya. (red/ek)