KOTA PAGARALAM, Mediatrans9.com
Kurangnya perhatian dari pihak PLN Cabang Kabupaten Lahat Ranting, Kota Pagar alam, terkait kabal Listrik tegangan tinggi yang dibiarkan tertimpa pohon bambu hampir satu bulan. Selain itu kabel tower Smartfren juga mengalami kondisi yang sama, akan tetapi pihak Smarfren menganggap hal yang biasa. Lokasi berada di area perkebunan warga kawasan kelurahan Kance Diwe, desa Karang Anyar, kecamatan Dempo Selatan Kota Pagar alam, Sumsel Kamis 22/04/2021.
Kabal listrik tegangan tinggi di biarkan tertimpa pohon bambu, sejauh ini warga seputaran Desa Karang Anyar merasa kuatir dengan kabal listrik, takut nya nanti akan terjadi hal yang tidak kita inginkan di mana kabal sudah turun dibawah pohon bambu namun sejauh ini pihak dari Tower SmarFren diangap hal yang sepele dan melakukan pembiaran hampir satu bulan walaupun sudah di beri tau oleh ketua Rt Desa Karang Anyar.
informasi yang di dapati oleh awak media menurut warga masyarakat setempat Uno Basin, mengatakan kepada awak media," hal ini sudah lama meresahkan masyarakat sekitar karena ini jalan masyarakat mau ke pertanian Kebun Kopi dan Sawah setiap hari kami lewati takut nya di mana sekarang musim hujan apa lagi beberapa hari lalu petir di sini cukup besar kami warga takut nanti nya warga kami menjadi korban dari Kabal Tower apa Listrik ini dan kami masyarakat bisa melaporkan kemana kecuali kepada insan pers sebagai penyambung lidah kami", ungkapnya.
"Disisi lain ketua RT Uno mengatakan merasa kecewa dengan tindakan pihak PT PLN dan pihak Tower Smarfren karena sejauh ini kita sudah beberapa kali mengkonfirmasi ke pihak PLN termasuk ke Maneger PLN langsung, namun ungkapan dari manajer yang bertangung jawab itu pihak Sub cont yang mengerjakan dan harus bertangung jawab kalau dari kita itu sudah sesuai standar apa lagi mengenai perihal tidak terpeliharanya jaringan tersebut ungkapnya.
Kepala Perwakilan Sumsel Donnal Febra.
