PACITAN, Mediatrans9.com
Bupati Pacitan Indartato mengajak seluruh masyarakat untuk menyelamatkan sumber air dengan menanam tanaman pelindung yang dapat menyerap dan menyimpan air. Kelestarian hutan sebagai penyangga tidak hanya bermanfaat untuk menyimpan sumber air baku pada musim kemarau namun juga menangkal banjir dan tanah longsor dimusim penghujan.
“Beberapa waktu lalu musibah terjadi di Kabupaten Pacitan yakni banjir dan longsor begitu juga saat kemarau kita mengalami kekeringan di berbagai wilayah”, kata bupati saat acara konservasi sumber air di Gunung Gembes Desa Bangunsari Kecamatan Bandar, Selasa (29/12).
Tidak hanya kebutuhan air bersih bagi warga kekeringan yang kerap melanda kabupaten diujung selatan Jawa Timur ini acap kali membuat petani kesulitan mengairi lahan pertanianya. Tak ayal, hal tersebut berpengaruh terhadap produktifitas pertanian. Menilik pengalaman tersebut bupati Indartato mengajak semua lapisan masyarakat untuk mengelola lingkungan hidup dengan baik. Melakukan konservasi kawasan sumber air baik yang kondisinya rusak, tidak terawat, maupun yang terawat dan masih baik. Termasuk mencegah penebangan liar.
Sementara, menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan Joni Maryono, konservasi sumber air merupakan upaya untuk memulihkan ketersediaan air yang semakin berkurang terutama saat musim kemarau. Sesuai data, saat ini terdapat 388 jumlah sumber air tersebar di 12 kecamatan.
“Melalui konservasi ini kita berharap dapat mengembalikan debit air yang selama ini semakin berkurang”, katanya.
Untuk kepentingan konservasi khusus Tahun ini KLH Kabupaten Pacitan telah mendistribusikan bibit tanaman konservasi ke 11 lokasi atau desa dengan total bibit tanaman sebanyak 13.945 batang. Dengan rincian, 9.200 batang tanaman kayu kayuan serta 4.754 batang tanaman produktif.
Kegiatan konservasi sumber air kali ini juga dirangkaikan dengan penanaman simbolis taman keanekaragaman hayati lereng Gunung Gembes di Desa Bangunsari Kecamatan Bandar. (ttk)
