"Dampak Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, turut terjadi juga di Bendung. Saat ini sudah ada lima warga yang positif Covid-19. Dari Kampung Tangguh ini, kita kedepankankan rasa gotong royong, disiplin dan mandiri menanggulangi pandemi. Sebab yang paling paham tumpuan penguatan itu semua, sebenarnya adalah masyarakat yang terdampak sendiri. Peran masyarakat jadi kekuatan," kata bupati dalam arahan sambutan.
Kampung Tangguh Covid-19 sendiri dibentuk secara swadaya, oleh dan untuk desa itu sendiri. Dalam pelaksanaannya, Kampung Tangguh Covid-19 minimal memiliki 3 satgas. Yakni satgas tangguh kesehatan, satgas tangguh pangan dan satgas peduli (edukasi, budaya dan psikologi).
Bupati didampingi Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi beserta OPD, pada harapan dan doanya mengucapkan syukur atas nikmat kesehatan yang dianugerahkan. Bupati yang akrab disapa Abah Ipung ini, juga berdoa agar pandemi Covid-19 segera usai.
"Bersyukur sekali di usia 51 tahun, masih diberi kesehatan. Semoga kita semua juga dianugerahi kesehatan, terutama untuk bekerja bersama membangun Kabupaten Mojokerto lebih baik," ucap bupati dilanjutkan potong tumpeng dan kue ulang tahun.
"Kampung Tangguh Semeru ini adalah pilot project kolaboratif, berupa gerakan atau aksi nyata di daerah yang ditunjuk karena terindikasi penyebaran Covid-19. Elemen masyarakat yang aktif baik personal atau kelompok, juga turut dilibatkan. Kampung Tangguh pun mendapat pendampingan khusus dari stakeholders yang terfokus di wilayah hukum Polresta Mojokerto," papar AKBP Bogiek Sugiyarto. (Ek)
