Trenggalek,mediatrans9.com
Gelar seni kreasi dan budaya dalam rangkaian kegiatan "CAR FREE NIGHT" dilaksanakan oleh Korwilcam bidang pendidikan wilayah munjungan tepatnya pada hari sabtu tanggal 9 maret 2024 malam
Acara tersebut dihadiri oleh kepala dinas pendidikan , pemuda dan olah raga, camat munjungan,kepala SMPN 3 Trenggalek,kepala SMPN 1,2 dan 3 Munjungan, korwil bidang pendidikan kecamatan se Trenggalek dan tamu undangan lainnya
Kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga Trenggalek Agustyio dalam sambutanya juga mengatakan, terima kasih kepada keluarga besar Korwilcam bidang pendidikan kecamatan munjungan, yang hari ini telah dapat memberikan semacam ruang dan kesempatan kepada peserta didik anak semua, dan untuk dapat mengembangkan bakat dan minatnya dalam hal seni dan budaya.
"Acara malam ini sangat istimewa,makanya kita tetep semangat karena acara ini adalah wadah untuk apresiasi dan juga mengembangkan suatu kreasi bagi anak didik kita untuk menunjukan bahwa tugas kita dalam hal ini bisa terwujud di hari ini ,sehingga di hari2 mendatang menjadikan lebih baik",jelasnya
Beliau juga mengatakan , terima kasih atas segala sajianya yang memberikan hiburan kepada masyarakat Trenggalek, sehingga hari ini akan menambah kemeriahan dan juga keramaian di malam hari ini
Kakorwilcam munjungan Guntoyo dalam sambutanya mengatakan,terima kasih kepada semua yang sudah mendukung acara ini, khususnya kepada panitia penyelenggara yang sudah memberi kesempatan dalam acara gelar budaya.
"Kegiatan gelar budaya persembahan dari korwil bidang pendidikan kecamatan munjungan,dalam rangka menyemarakan "CAR FREE NIGHT" sebuah acara yang digagas oleh pemerintah kabupaten Trenggalek", jelasnya
"Acara malam ini memberikan penampilan gelar budaya dan sudah dinilai oleh para putra dan putri dari wilayah munjungan dengan bakat yang tersembunyi, menampilkan bakat menyanyi dan menari oleh pelajar dari SD, dan susunan acara nanti malam dilanjutkan gelar wayang kulit dengan lakon"gatutkaca winisudha" oleh dalang cilik, Ilham Ramadani dari SDN Bendoroto", pungkasnya ( Rudi/berbagai sumber)
