Rabu, 02 September 2026

Gabungan Asosiasi Pengusaha di Malang Raya Silaturahmi ke Gus Hamim

By: admin
12 Februari 2021
Dilihat 1104 kali

MALANG, Mediatrans9.com

Untuk meningkatkan gula lokal terjual cepat Gabungan  Asosiasi Pengusaha di Malang Raya,berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlatul Ulum 2 Putri, Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, yang di pimpim oleh KH.Hamim Kholili atau dengan panggilan akrab Gus Hamim.Kamis (11/2/21) pagi.

Menindak lanjuti ide gerakan kepedulian terhadap petani tebu lokal tiga asosiasi pengusaha malang raya mengadakan tatap muka di kediaman Gus Hamim,bersama dengan Ketua Umum PKPTR (Pusat Koperasi Primer Tebu  Rakyat),KH.Hamim Kholili dan General Manager Pabrik Gula (PG) Krebet Baru 1 Adang Sukendar Djuanda.

Tiga asosiasi tersebut diantaranya. Apkrindo (Asosiasi Pengusaha Cafe dan Resto Indonesia ) yang memiliki Rumah Makan di Jl.Kertanegara Kota Malang.APPBI ( Asosiasi Pengelola Pusat  Belanja Indonesia), IMA ( Indonesia Marketing Association) Chapter Malang sepakat mencetuskan sebuah gerakan sosial berupa"Gerakkan Membeli Gula Lokal"

Presiden IMA Chapter Malang,Kurmiawan Muhammad,mendesak para kepala daerah untuk membuat regulasi supaya gula-gula lokal petani dapat di jual retail-retail yang ada di malang,sehingga masyarakat tidak membeli gula impor.

Kami rencananya akan audiensi dengan tiga Kepala Daerah Malang Raya, gerakkan ini nantinya akan di pelopori di malang, bahwa gula yang beredar harus gula lokal."Terang pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jawa Pos Radar Malang.

Fifi Trisjanti selaku Ketua APPBI CpC Kota Malang sekaligus Derektur Mall Malang Twon Sguare (Matos) berencana memasarkan gula lokal di supermarket dengan harga khusus.

Ketua Apkrindo Malang.Indra Setiyadi,mengaku asosiasinya akan membeli gula petani sekitar 1,5 ton untuk para anggota.

Mungkin jumlah ini tidak seberapa namun yang penting adalah esensi dari gerakkan ini untuk membangkitkan semangat membantu petani tebu lokal,"jelas Indra.

Mendengar gagasan tiga asosiasi pengusaha malang raya tersebut, Gus Hamim melayangkan aspresiasi , ia berharap,gerakkan yang di cetuskan di malang ini mendapat respons hingga ke pemerintah pusat.

Adang Sukendar Djianda selaku GM PG Krebet 1 malang menegaskan,bahwa sejatinya gula impor atau gula rafinasi.

Gula impor warnanya putih sekali,kadang cenderung lembut,rasanya kurang manis di banding gula lokal,sebenarnya gula gula lokalpun bisa di proses putih,tapi hasilnya tidak putih sekali.'papar Adang.

Saat ini masih ada sisa 44 ribu ton gula petani menumpuk di gudang PG Krebet Baru dan PG Kebun Agung,jumlah ini berkurang 11ribu ton dari temuan akhir bulan lalu yaitu sebanyak 65 ribu ton.

Harus laku sebelum musim giling berikutnya Juni 2021, yang jadi masalah itu gula milik petani yang belum di bayar sepanjang sejarah ini yang terpapar,"pangkas Gus Hamim.  (aang)