MADIUN, Mediatrans9.com
Pembangunan infrastruktur yang merupakan skala prioritas karena secara langsung akan dinikmati oleh mayoritas warga masyarakat menjadi salah satu target bagi Kepala Desa Ngepeh Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun.
Pembangunan infrastruktur tersebut seperti pembangunan renovasi saluran drainase atau selokan sebagai bagian perawatan jalan desa yang lebih panjang dan awet dan tidak mudah rusak, guna memperlancar aliran air yang baik saat musim hujan.
Pemerintah Desa Ngepeh Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun saat ini sedang merenovasi Saluran drainase dengan anggaran Dana Desa ( DD ) tahun 2024 . bertujuan agar kedepan tidak ada genangan air di jalan, sehingga jalan bisa awet, dengan saluran yang baik, aliran air akan lancar dan tidak terjadi banjir.
Setiap pemerintahan desa mempunyai program yang berbeda-beda antar desa satu dengan desa lainnya, desa Ngepeh Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun memanfaatkan Dana Desa ( DD ) tahun 2024 untuk pembangunan sarana infrastruktur renovasi saluran drainase .tandasnya.
Ketua TPK Kasun 2 " Agus Suwandani " saat ditemui di lokasi pekerjaan , Selasa ,30 /7/2024 mengatakan pada awak mediatrans"9 bahwa,"Dana Desa tahun 2024 selain dianggarankan untuk BLT untuk masyarakat, juga dipergunakan untuk pembangunan renovasi saluran drainase, agar nantinya air bisa mengalir dengan baik sehingga air tidak tergenang di jalan, dan langsung mengalir ke saluran drainase, nantinya jalan desa tetap awet dan baik karena tidak tergerus dengan air.
Pelaksanaan pembangunan renovasi saluran drainase melibatkan tenaga lingkungan setempat sehingga masyarakat setempat merasa ikut bertanggungjawab, dan rasa memiliki.
Pelaksanaan pembangunan di Desa kami, diawali dengan perencanan serta perancangan melalui sebuah forum Musyawarah Desa (Musdes), yang melibatkan Pemerintahan Desa, BPD, dan lembaga lembaga masyarakat yang lain," Jelasnya.
Pembangunan renovasi saluran drainase lokasi pekerjaan di RT 08 RW 04 dengan panjang volume 202 meter, dengan anggaran dari Dana Desa ( DD ) Tahun 2024 sebesar 100.000.000 juta." pungkasnya.( bgs )
