Pacitan - Mediatrans9
Pemerintah Kabupaten Pacitan menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024 Tingkat Kabupaten Pacitan bersama dengan Tim Survei Penanggung Jawab Teknis, Enumerator dan Updater program SSGI.
Survei Status Gizi Indonesia merupakan program nasional yang bertujuan untuk memantau dan menganalisis kondisi gizi masyarakat di Indonesia. Data yang dihasilkan dari survei ini akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah gizi buruk, kekurangan gizi, dan stunting.
Untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 di Kabupaten Pacitan, yang dilaksanakan di Gedung Karya Dharma, Pacitan. Survei ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran status gizi balita (stunting, wasting, underweight, dan obesitas) dan determinannya yang memengaruhi status gizi.
Rakor dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan. Dr. Ir. Heru Wiwoho, M.Si dan dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr Daru Mustikoaji, serta camat, Kepala Puskesmas Se -Kabupaten Pacitan, Tenaga Pengelola Gizi, dan 72 kepala desa blok survei.
Survei ini akan dilaksanakan di 514 kabupaten/kota di 38 provinsi di Indonesia, menggunakan 34.500 Blok Sensus (BS) yang telah ditentukan BPS. Di Kabupaten Pacitan sendiri, terdapat 72 Blok Survei (BS) yang mencakup 720 rumah tangga balita yang tersebar pada 12 Kecamatan dan 24 Puskesmas. Pengambilan data dimulai dengan update rumah tangga di desa BS oleh petugas updating pada awal Oktober dan pengumpulan data responden oleh enumerator pertengahan Oktober hingga November 2024.
"Dengan adanya SSGI kami berharap pelaku kepentingan memahami mekanisme SSGI. Karena itu kita kumpulkan pada hari ini, serta komitmen dukungan stakeholder untuk dapat mengawal pelaksanaan survei ini dan memastikan prosesnya berjalan lancar," jelas dr. Daru.
Survei ini tutur dr. Daru, akan menjadi dasar bagi berbagai kebijakan yang akan datang. Terlebih bisa memberikan kualitas kesehatan yang lebih baik.
"Informasi yang diperoleh dari pengolahan data bisa membantu membuat tujuan rencana jangka panjang khususnya dalam penaganan stunting di Kabupaten Pacitan," ucapnya.
Dia meminta kepada para kepala Puskesmas, Dinas Kesehatan maupun DPPKB bisa membantu tim survei dengan para stakeholder di wilayah Kabupaten Pacitan,"Pungkasnya.
(ttk)
