Sabtu, 29 Agustus 2026

Puskesmas Campurdarat Kabupaten Tulungagung Laksanakan Program Deteksi Dini Kanker Serviks Untuk Pasien Secara Gratis

By: admin
15 November 2025
Dilihat 252 kali

Tulungagung, mediatrans9.com

Kegiatan deteksi dini kanker serviks meliputi pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), Pap Smear, dan Tes DNA HPV, yang dilaksanakan oleh Puskesmas Campurdarat Kabupaten Tulungagung mendapatkan respon positif dari masyarakat sekitar. 

Kepala Puskesmas Campurdarat drg. Niken Moerwani Yudiarti menjelaskan, kegiatan ini program terbaru dari Kementerian Kesehatan, dan pelaksanaan untuk pembukaan pasien baru dibuka pada hari ini tepatnya pada hari kamis 13 November 2025

"Untuk kuota peserta ada batasnya, yaitu sejumlah 450 pendaftar untuk tahun ini dengan mengikuti persyaratan yang berlaku", jelas drg. Niken

" Tujuan utama deteksi kanker serviks adalah untuk mendeteksi kanker secara dini, mencegah perkembangan kanker, dan meningkatkan peluang kesembuhan dengan penanganan yang lebih cepat dan efektif", kata drg. Niken

Menurut beliau bahwa, "Deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan seperti Pap smear dan tes HPV, yang juga dapat mengidentifikasi kelainan prakanker sebelum berkembang menjadi kanker".

"Pemeriksaan kanker serviks di puskesmas umumnya menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), yang merupakan skrining awal sederhana dan murah untuk mendeteksi kelainan pada leher rahim dan pemeriksaan ini bersifat cepat, tidak menyakitkan, dan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih", terangnya

Masih kata drg. Niken bahwa, deteksi dini kanker serviks lewat pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dianggap dapat menyelamatkan banyak wanita karena relatif mudah dilakukan dan hasilnya cepat, sehingga untuk mengetahui lebih jelas mengenai metode, syarat, dan tingkat akurasi pemeriksaan IVA. 
"Kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan kedua dalam deretan kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia, dan oleh karena itu, pemeriksaan IVA sangat penting dilakukan", ucapan drg. Niken

"Pemeriksaan IVA dilakukan dengan meneteskan asam asetat (asam cuka) pada permukaan mulut rahim. Teknik ini dinilai terjangkau, mudah, hanya memerlukan alat sederhana, dan hasilnya bisa langsung didapatkan", pungkasnya. 

Sebagai informasi, Pap smear adalah prosedur pemeriksaan untuk mengambil sampel sel dari leher rahim (serviks) wanita guna mendeteksi dini sel-sel abnormal atau kanker serviks. 

Pemeriksaan ini penting dilakukan secara rutin untuk mendeteksi perubahan sel sebelum berkembang menjadi kanker, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal dan meningkatkan peluang kesembuhan. 

HPV DNA adalah tes untuk mendeteksi keberadaan materi genetik (DNA) dari virus Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi, seperti tipe 16 dan 18, yang dapat menyebabkan kanker serviks. 

Tes ini sangat penting untuk deteksi dini kanker serviks dengan memeriksa sampel sel dari serviks atau urine untuk mengetahui apakah ada infeksi virus HPV kanker serviks. 

IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) mengoleskan asam asetat pada leher rahim untuk melihat langsung kelainan warna, sementara tes HPV DNA mendeteksi virus HPV berisiko tinggi dengan menganalisis sampel sel serviks di laboratorium. Kedua metode ini sering digabungkan dalam pemeriksaan "co-testing" untuk meningkatkan akurasi deteksi dini. ( rudi/berbagai sumber)