MOJOKERTO, Mediatrans9.com
Samsul Mu’arifin Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kutorejo , yang beralamat di Jl. Lapangan N0.2 Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, melaksanakan Konferensi pers sebagai wujud permohonan maaf yang disampaikan kepada Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim,MA., Selasa (08/06/2021) pukul 10.00 WIB, di lingkungan SMA Negeri 1 Kutorejo.
Penyampaian maaf yang disampaikan Samsul Mu’arifin adalah wujud tanggung jawabnya yang telah menciderai nama Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA., biasa akrab disapa Kyai Asep selaku seorang ulama besar, dan pemilik Ponpes Ammanatul Ummah Pacet Kabupaten Mojokerto.
Disampaikan Samsul Mu’arifin dalam konferensi persnya adalah,”Kronologi kejadian pencideraan nama baik yang meresahkan Ulama Kyai Asep pada saat itu, saya dipanggil oleh atasan saya Krisna Herlambang Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Mojokerto, prihal adanya pengaduan selama masa jabatan saya sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Kutorejo, kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan kepada Gubernur Jawa Timur”.
Lanjut kata Samsul,”Dalam pertemuan tersebut saya berinisyatif untuk meminta bantuan kepada Gus Kholik, dan Kyai Asep, kemudian saya juga mengatakan jika saya mengenal dengan beliau”.
“Sebagai upaya untuk menunjukkan kedekatan personel, saya menunjukkan sebuah foto Ketika saya masih menjadi ketua Banser, duduk bersebelahan dengan Kyai Asep,”tuturnya lagi.
Dihadapan sejumlah media Samsul mengatakan,”saya tidak menyangka jika Kyai Asep merasa nama baiknya tercemarkan, oleh perbuatan saya, oleh karena itu saya menyampaikan prihal penting sebagai bentuk pernyataan penyesalan saya, saya mengaku bersalah karena berharap pertolongan dari Kyai Asep, untuk menghadapi masalah pribadi, dan untuk kepentingan jabatan saya”.
“Saya juga mengaku bersalah karena menggunakan nama Kyai Asep dalam masalah pribadi, dan kepentingan jabatan saya, dan telah menunjukkan foto, kedekatan saya bersama Kyai Asep, tanpa meminta ijin terlebih dahulu, dan sy telah mengganggu ketenangan hati dan pikiran Kyai Asep,”ucap Samsul.
Dan saya berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut, apabila saya mengingkari, saya bersedia diperiksa dan dituntut sebagaimana undang-undang yang berlaku.
Dengan mengadakan konferensi pers ini, agar masyarakat mengetahui bahwa, Kyai Asep saat ini benar-benar tidak memiliki kedekatan sedikitpun dengan saya, tak ada paksaan dari siapapun Ketika saya menyatakan pernyataan ini.
“Saya hanya manusia yang tak luput dari salah dan lupa, saya menyampaikan penyesalan yang mendalam, dan semoga Allah mengampuni saya, dan Kyai Asep bisa menerima permohonan maaf dari saya ini,”harapnya.(Ek)
