Sabtu, 29 Agustus 2026

Dinkes Tulungagung Laksanakan Layanan Vaksin Secara LanTaTur

By: admin
15 Juni 2021
Dilihat 1055 kali

TULUNGAGUNG, Mediatrans9.com

Bertempat di Gelanggang Olahraga (GOR) Lembupeteng kabupaten Tulungagung, tepatnya pada hari senin tanggal 14 Juni 2021, Dinas Kesehatan kabupaten Tulungagung kembali melaksanakan layanan vaksin secara Lantatur (Layanan Tanpa Turun) atau lebih dikenal dengan drive thru.

Layanan vaksin ini sesuai jadwal akan berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 14 hingga 15 Juni 2021 dengan menyiapkan 500 dosis perhari, sasaran vaksin adalah para lansia dan pralansia. 

Namun pada hari pertama tidak banyak lansia yang memanfaatkan layanan ini, dikarenakan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung juga melaksanakan vaksin secara bersamaan di 34 fasilitas kesehatan ( Faskes ).

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmad, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Didik Eka saat dikonfirmasi mediatrans9.com mengatakan "pelaksanaan vaksin di faskes dan kelurahan, untuk lebih mendekatkan pelayanan bagi lansia dan pralansia.dan sepertinya banyak yang kesana, karena pelaksanaan vaksinasinya secara bersamaan".

"layanan vaksin secara drive thru lebih memudahkan para lansia karena mereka tidak perlu turun dari kendaraan, petugas yang akan mendatangi dan jika kondisi kesehatan baik akan di lakukan vaksin". Kata Didik Eka

“Prosesnya sangat cepat,karena untuk menghindari kerumunan, mereka diminta menunggu 30 menit setelah divaksin untuk mengantisipasi munculnya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)". terang Didik Eka

Lebih lanjut Kabid (P2P) Didik Eka menjelaskan bahwa "Dinas Kesehatan kabupaten Tulungagung menargetkan untuk tenaga medis, pelayan publik, lansia dan pralansia telah mencapai 60% – 70% dari 117.969 orang pada akhir Juni 2021, tenaga medis sebanyak 5263 orang, pelayan publik 45.037 orang dan lansia lebih dari 67.000 orang.

"Nantinya tahapan vaksinasi kedepan akan diberikan kepada lansia dan pralansia sebanyak 400.000 dan ditargetkan akan selesai di vaksin pada bulan Mei 2022". lanjutnya

Kabid (P2P) juga membeberkan "untuk sementara  tenaga pendidik yakni guru SMK, SMA Negeri/Swasta dan perguruan tinggi yang belum mendapat vaksinasi sebanyak 375 orang, dari total keseluruhan sekitar 7.000 orang. 

"Bagi tenaga pendidik yang belum mengikuti vaksinasi, maka tidak boleh mengajar, serta bagi mereka yang belum melakukan vaksinasi akan kami undang kembali,” pungkasnya. ( Rud/berbagai sumber)