Rabu, 02 September 2026

Wabub Kab Jember Sebut Vaksin Covid-19 Jas Hujan,Himbau Masyarakat Tidak Ragu Vaksin

By: admin
25 Juni 2021
Dilihat 1101 kali

JEMBER, Mediatrans9.com

Angka penularan Covid-19 di Kabupaten Jember setiap hari menunjukan penambahan yang mengkawatirkan,berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 yang dirilia per tanggal 24 Juni 2021 kemarin, jumlah warga yang terkonfirmasi positif saat ini berjumlah 149 orang bertambah 37 orang dari data sehari sebelumnya,virus berbahaya ini dapat menyerang siapa saja, dari masyarakat biasa hingga pejabat.

Disisi lain saat ini pemerintah dari pusat hingga daerah gencar menggelar vaksinasi masal dengan target 1 juta dosis vaksin per hari.

Wabup Jember MB Firjaun Barlaman atau akrab dipanggil Gus Firjaun saat dikonfirmasi melalui ponselnya menyebutkan varian terbaru virus Covid-19 yang dikenal dengan varian delta sangat berbahaya,”Varian delta ini lebih ganas  lewat piring bekas saja bisa tertular,”katanya, Jumat (25/6/2021).

Terkait banyaknya warga yang sudah melakukan vaksinasi namun masih tertular, Gus Firjaun menyebutkan vaksinasi ibarat jas hujan yang dipakai orang saat hujan.”Vaksin niku kados jas hujan mengurangi resiko basah,”sebutnya.”Bukan berarti yang sudah pake jas hujan lantas gak akan basah sama sekali. Demikian juga dengan vaksin, mengurangi resiko kena,”terangnya.

Putra KH Ahmad Shiddiq itu kemudian berpesan agar masyarakat tidak ragu untuk melakukan vaksinasi gratis.

Masyarakat bisa mendatangi tempat-tempat yang telah disediakan oleh pemerintah seperti rumah sakit, puskesmas, balai desa, kelurahan dan lain sebagainya cukup membawa identitas diri berupa KTP.”Untuk warga yang belum vaksin, mari ikut vaksinasi untuk mengurangi resiko tertular. Sedangkan untuk warga yang telah divaksin jangan abai tetap patuhi protokol kesehatan,”pungkasnya.

Di kabupaten Jember ada 2 anggota DPRD terkonfirmasi positif padahal mereka telah menjalani vaksinasi lengkap. Bahkan Gubernur Khofifah menurut informasi kembali terkonfirmasi positif.

Tren peningkatan ini memaksa Pemkab Jember menerbitkan larangan kepada seluruh lapisan masyarakat agar menggelar hajatan atau acara yang berpotensi  menyebabkan kerumunan. Peningkatan jumlah pasien ini juga berdampak pada kegiatan seperti MTQ yang rencananya digelar akhir pekan ini.

MTQ terpaksa ditunda hingga waktu yang akan ditentukan berikutnya. keputusan penundaan kegiatan Pemkab ini tertuang pada surat instruksi yang ditanda tangani Bupati Hendy.(dik)